BNN Wanti-wanti Efek Daun Kratom Lebih Dahsyat dari Morfin

Jakarta, CNN Indonesia —

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebut daun kratom   punya efek samping yang lebih kuat dibanding morfin dan dapat merusak kesehatan manusia. Atas pokok itu BNN  tetap menetapkan aturan larangan peredaran serta penggunaan daun kratom  mulai 2022 mendatang.

Kepala Humas BNN Sulistyo Pudjo mengatakan daun kratom ini telah ditetapkan jadi narkotika golongan I sebab Komite Nasional Perubahan Narkotika dan Psikotropika pada 2017 lalu.

Sulistyo mengatakan, rencana melarang penggunaan daun kratom lantaran perut yang ada di daun kratom berbahaya terhadap kesehatan dan keselamatan bani adam.


“Dimana efek samping terhadap kesehatan tubuh dan keselamatan pengguna sangatlah besar dan jauh bertambah banyak mudharatnya dibandingkan nilai kemanfaatannya, ” jelasnya kepada CNNIndonesia. com , Minggu (19/9).

Bertambah lanjut ia menjelaskan, Kratom atau Mitragyna Speciosa adalah kelompok tanaman yang didalamnya terdapat kandungan zat bersifat Mitraginin. Zat tersebut diungkapkan Sulistyo bersifat narcotik, yaitu berdampak adiktif terhadap penggunanya.

Selain tersebut, efek stimulan yang terdapat dalam kandungan kratom 13 kali lebih kuat daripada efek yang ditimbulkan sebab morfin dalam dosis yang sama. Apabila terus dimakan dalam jangka panjang, kratom akan menyebabkan gejala adiksi, depresi pernapasan, bahkan janji.

Atas dasar itu pula, menurut Sulistyo, status kratom di banyak negara termasuk di ASEAN juga telah dilarang peredarannya.

“Beberapa negeri seperti Singapura juga melayani penyitaan terhadap daun kratom yang diduga berasal sebab Indonesia, ” jelasnya.

Kendati demikian, ihwal teknis terkait pelarangan edar daun kratom sendiri menurutnya masih dalam proses pengkajian. Lantaran status kratom pada Indonesia masih belum sepenuhnya dilarang hingga tahun 2022 mendatang.

Hal ini ia sampaikan terpaut nasib sejumlah masyarakat yang selama ini menggantungkan hidupnya melalui penanaman dan pemasaran daun kratom di pelbagai wilayah di Indonesia.

“Masalah teknis serta taktis bagaimana pelarangan daun kratom masih dalam proses. Target pelarangan masih sesuai di 2022, ” ujar dia.

Polemik daun kratom  kembali muncul setelah Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji berencana menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait kekhawatiran pemusnahan pohon kratom  di daerahnya.

Wacana pemusnahan karena daun kratom dengan tengah viral dalam beberapa waktu terakhir, dianggap mirip dengan narkoba.

Surat ini menjadi tindak lanjut Sutarmidji dalam menyikapi kelangsungan jutaan pohon kratom di Kalimantan Barat.

“Saya sudah mengumpulkan semua data, nanti beta akan menyurati beliau, dia akan bilang nanti, mungkin dari DPR akan mem-backup ini, ” ucap Sutarmidji, seperti dikutip Antara, Minggu (19/9).

(tfk/wis)

[Gambas:Video CNN]