Biden: Perang Dingin Hal Final yang Diinginkan Putin

Jakarta, CNN Nusantara —

Kepala Amerika Serikat (AS) Joe Biden menilai perang dingin menjadi situasi terakhir yang diinginkan Pemimpin Rusia Vladimir Putin . Hal itu diungkapkannya usai bertemu dengan Putin di Jenewa, Swiss, pada Rabu (16/6).

“Saya tidak berpikir dia (Putin) menginginkan perang dingin dengan Amerika Serikat (AS), ” ujar Biden dalam konferensi pers seperti dilansir CNN .

Biden menilai pertemuan keduanya bernuansa positif. Di dalam pertemuan tersebut,   Biden  dan Putin membahas rumor keamanan siber yang tahu membuat hubungan kedua negeri menegang.


“Saya kudu mengatakan, nuansa pertemuan, hamba kira selama empat jam, bagus. Positif, ” ujarnya.

Pada April lalu, pemerintahan Biden menjatuhkan sanksi terhadap Rusia jadi tanggapan atas serangan siber SolarWinds yang menargetkan organisasi federal dan lebih lantaran 100 perusahaan negeri Om Sam. Sebelumnya, Rusia serupa disebut aktif menampung peretas dan pemeras ransomware.

“Saya menunjukkan padanya (Putin) kami memiliki kepandaian siber yang signifikan dan dia mengetahuinya. Dia tak tahu apa itu tetapi signifikan. Jika, mereka melanggar norma dasar, kami akan meresponsnya, ” ujar Biden.

Ia mengatakan kepada Putin bahwa sebanyak infrastruktur penting seharusnya tak menjadi target serangan siber. Ia menyebut 16 sektor yang ia definisikan sebagai infrastruktur penting, termasuk gaya dan air.

“Negara-negara dengan bertanggung jawab harus mengambil langkah melawan kriminal yang melakukan aktivitas ransomware di teritorinya, ” ujar BIden.

Meski tidak merinci respons Putin, Biden mengatakan kedua belah bagian sepakat menugaskan ahli buat bekerja pada pemahaman istimewa terkait hal yang terlarang dan menindaklanjuti kasus istimewa.

Secara terisolasi, Putin menyebut pertemuan tatap muka pertamanya dengan Biden konstruktif. Kedua pemimpin negara sepakat untuk memulai dialog tentang keamanan siber serta membahasnya lebih lanjut.

(sfr)