Biden Disebut Ingin AS Berakhir Jadi Polisi Dunia sudah Kabul

Jakarta, CNN Indonesia —

Para pakar menganggap Presiden Joe Biden   ingin  Amerika Serikat berhenti menjadi petugas dunia setelah menarik pasukannya dari  Afghanistan di dalam awal pekan ini.

Seorang pengajar dalam Universitas Hukum Marquette, Charles Franklin, melihat gelagat itu setelah melihat Biden menyampaikan pidato mengenai penarikan gerombolan itu. Dalam pidato, mengucapkan bahwa “Amerika telah kembali. ”

Joe Biden menegaskan bahwa pemerintahannya bertekad mengakhiri kehadiran Amerika Serikat tak hanya Afghanistan, tapi juga negara lain.


“Keputusan tentang Afghanistan ini tidak hanya tentang Afghanistan, ” ujar Biden.

“Hak asasi manusia hendak menjadi pusat kebijakan luar negeri kami, tetapi cara untuk melakukannya bukanlah melalui pengerahan militer tanpa simpulan. Strategi kami harus berubah, ” ujar Biden.

Charles Franklin menganggap arah kecendekiaan Biden untuk berhenti mendaulat AS sebagai “polisi dunia” ini sebenarnya mirip dengan Trump yang memang mau fokus ke dalam negeri.

“Ketika Joe Biden mengumumkan bahwa ini saatnya untuk mengakhiri perang selamanya itu bisa secara mudah dikatakan seperti Trump, ” ujar Franklin.

Ia kemudian berceloteh, “Saat ini publik dasar tidak lagi memiliki minat untuk peran internasional yang besar, tentu saja tidak seperti yang dimainkan AS pada 1950-an-1990-an. ”

Meski demikian, para pakar tahu perbedaan mendasar antara fokus Biden dan Trump. Tatkala Trump bak ingin “mengisolasi” AS, Biden tetap bersetuju bersekutu dengan negara-negara asing.

Namun, Tricia Bacon, pakar kontra-terorisme pada departemen hukum Universitas Amerika, menilai reputasi AS akan tercoreng di mata gabungan, terutama karena kekacauan metode evakuasi dari Afghanistan.

“Wajar jika penarikan pasukan AS dari Afghanistan membuat sekutu menjadi frustrasi karena koordinasi antara Joe Biden dengan sekutu berlaku kurang baik, ” ujar Bacon.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, direktur penelitian dari Pusat Arab pada Washington, Imad Harb, mengucapkan bahwa sekutu-sekutu AS pada Arab juga kemungkinan bakal mempertanyakan kredibilitas AS.

“Rezim Arab yang terbiasa dengan hubungan depan dengan Amerika Serikat harus khawatir dengan apa dengan terjadi di Afghanistan, ” katanya.

(nly/has)