Besar Staf AD Afghanistan Dicopot Usai Taliban Rebut 3 Kota

Jakarta, CNN Indonesia —

Presiden Afghanistan , Ashraf Ghani , dilaporkan mencopot Kepala Staf Tentara Darat, Jenderal Wali Ahmadzai, setelah gerilyawan  Taliban merebut tiga ibu kota provinsi pada Rabu (11/8) kemarin.

Patuh sumber Kementerian Pertahanan Afghanistan yang dikutip Associated Press, Kamis (12/8), Ghani mengangkat Jenderal Hibatullah Alizai buat menggantikan Ahmadzai. Namun, kesimpulan itu menurut dia belum akan diungkap kepada kelompok.

Alizai adalah komandan Korps Pasukan Istimewa Afghanistan yang merupakan kesatuan elite di angkatan tanah negara itu. Kesatuan tersebut bersama Angkatan Udara Afghanistan kini diterjunkan di batas depan melawan milisi Taliban setelah tentara reguler tidak sanggup menghadapi kelompok tersebut.


Ghani juga terbang ke Provinsi Balkh meminta bantuan pada sejumlah pimpinan milisi Asosiasi Utara, yakni Abdul Rashid Dostum, Atta Mohammad Noor dan Mohammad Mohaqiq, supaya mengerahkan pasukan mereka bakal melawan Taliban.

Ketiganya menjanjikan akan mengerahkan milisi mereka guna membendung gerilyawan Taliban.

“Taliban tidak akan bisa pergi sejak kawasan utara dan bahan menghadapi nasib yang sesuai dengan para prajurit Afghanistan yang mengenaskan itu, ” kata Dostum.

Meski begitu Dostum serta para pemimpin milisi itu dibelit skandal korupsi dan dugaan pelanggaran hak asasi manusia.

Dostum bahkan disebut membiarkan ratusan milisi Taliban yang jadi ditangkap tewas kehabisan napas karena dimasukkan ke di sebuah peti kemas dengan ditutup rapat.

Gerilyawan Taliban kini mengabuk Kota Taluqan (Provinsi Takhar), Farah (Provinsi Farah), Sar-e-Pul (Provinsi Sar-e-Pul) Kunduz (Provinsi Kondoz), Sheberghan (Provinsi Jawzan), Zaranj (Provinsi Nimruz), Aibak (Provinsi Samangan), Lashkar Gah (Provinsi Helmand), Faizabad (Provinsi Badakhshan) dan Poli-Khumri (Provinsi Baghlan).

Taliban menggencarkan serangan terhadap militer Afghanistan sesudah meneken kesepakatan damai dengan Amerika Serikat. Serangan tersebut dilakukan setelah AS serta NATO setuju menarik segenap pasukan mereka di negara itu hingga 11 September mendatang.

Sebesar pakar memperkirakan ibu tanah air Kabul bakal jatuh dalam 30 hari jika pemerintah Afghanistan tidak mampu membendung serangan Taliban.

Keraguan yang mengemuka zaman ini adalah sampai pustaka pemerintah Afghanistan bisa bertahan dari serangan Taliban yang semakin gencar. Selain itu, jika kesepakatan damai jarang pemerintah Afghanistan dan Taliban tidak juga tercapai dikhawatirkan negara itu kembali melorot ke dalam perang ahli sepert pada 1990-an suram.

AS masa ini menyatakan tidak bisa berbuat banyak dan membuktikan urusan keamanan Afghanistan ada di tangan pemerintah setempat. Walau AS sesekali sedang melakukan serangan udara, tetapi mereka tidak mengerahkan rombongan darat untuk berhadapan langsung dengan Taliban.

(ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]