5 Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Makan Pasta

Jakarta, CNN Indonesia —

Pasta   merupakan salah satu makanan populer yang berasal dari Italia. Bagi orang Italia , makan tapal merupakan kunci panjang umur. Ketahui sejumlah hal yang terjadi dalam tubuh saat Anda mengonsumsi pasta.

Studi dari Oxfam, menunjukkan pasta adalah makanan populer di dunia selain daging, nasi, dan pizza. Di Indonesia, aneka hidangan pasta juga banyak tersedia di kota-kota besar.

Pasta yang paling umum merupakan spageti, makaroni, lasagna, dan fusili. Seporsi pasta dapat dinikmati secara berbagai pilihan saus seperti aglio olio, carbonara, bolognese, dan marinara.


Menggunakan pasta dengan jumlah yang setara dapat memberikan nutrisi yang tertib untuk tubuh. Namun sebaliknya, menggunakan pasta dengan jumlah berlebihan dan melewati banyak proses pengolahan berisiko menimbulkan masalah kesehatan, seperti obesitas dan berbagai penyakit kronis.

Berikut 5 hal yang terjadi pada tubuh saat dahar pasta.

1. Mendapatkan banyak energi

Pasta merupakan makanan secara nutrisi utama berupa karbohidrat kompleks yang merupakan sumber utama gaya untuk tubuh.

Dikutip dari Eat This , saat pasta diolah oleh tubuh, karbohidrat di dalamnya dipecah menjadi glukosa. Glukosa masuk ke aliran darah & dibawa masuk ke dalam organ untuk bekerja menjalankan tugasnya per dan menggerakkan setiap organ di dalam tubuh.

2. Meningkatkan suasana hati

Karbohidrat kompleks dalam pasta juga merangsang produksi hormon serotonin dalam otak. Hormon ini dapat menciptakan perasaan senang dan tenang.

Ilustrasi Pasta Foto: GutundTasty/Pixabay
Karbohidrat yang kompleks dalam pasta dapat merangsang hormon serotonik di otak yang menciptakan perasaan tenang dan senang.

Tak hanya meningkatkan suasana hati dengan alami, serotonin juga menjaga kesehatan tubuh tulang dan membantu menyembuhkan luka lebih cepat.

3. Memberikan perasaan kenyang

Pilih pasta yang terbuat dari gandum utuh karena mengandung penuh serat dan memberikan efek mengenyangkan pada tubuh. Serat memperpanjang metode pencernaan sehingga menjaga gula darah tetap stabil.

“Sebaliknya, mengonsumsi pasta putih, yang dibuat dengan tepung putih halus, tubuh akan mencerna ini lebih cepat dan tidak memiliki efek mengenyangkan yang sama seperti gandum, ” kata ahli nutrisi yang juga merupakan pendiri Vive Nutrition, Andres Ayesta.

4. Makmur vitamin dan mineral

Selain karbohidrat, pasta juga makmur akan vitamin dan mineral. Tapal mengandung vitamin B yang terkait dengan metabolisme energi. Pasta pula memiliki kandungan zat besi dengan berfungsi untuk produksi sel pembawaan merah, selenium dan mangan dengan baik sebagai antioksidan, dan fosfor yang berperan untuk kesehatan tangkas.

Kandungan vitamin & mineral ini terdapat pada tapal yang terbuat dari gandum utuh.

5. Jika berlebihan, mampu mengalami gangguan pencernaan

Kenikmatan pasta seringkali membuat banyak orang mengonsumsinya secara berlebihan. Akan namun, segala sesuatu yang berlebihan bakal jadi tidak baik.

Mengonsumsi pasta berlebihan dapat menghasilkan perut kembung dan menimbulkan bermacam-macam masalah pencernaan. Makanan berlebihan serupa berisiko menimbulkan lonjakan gula pembawaan yang tak baik untuk tubuh.

Makan secara berlebihan juga dapat meningkatkan berat institusi dan berisiko mengalami obesitas yang menjadi pintu masuk berbagai penyakit kronis.

Pilih pasta yang terbuat dari gandum lengkap untuk mendapatkan nutrisi yang sugih. Hindari pula konsumsi pasta dengan berlebihan.

(ptj/NMA)

[Gambas:Video CNN]