3 Penumpang Positif, Ahli Peringatkan Transmisi Corona di KRL

Jakarta, CNN Indonesia — Epidemiolog dari Universitas Griffith, Dicky Budiman mengimbau pemerintah Indonesia untuk mengetatkan peraturan penggunaan Kereta Rel Listrik ( KRL ) selama pandemi  virus corona  Covid-19 (SARS-CoV-2). Menurutnya, KRL sebagai pemindahan yang banyak digunakan masyarakat mampu memudahkan penyebaran virus.

“Penularan dari transportasi publik yang padat tentu sangat memudahkan penyebaran virus dan ini berdampak eksponensial, ” ujar Dicky kepada CNNIndonesia. com , Senin (5/4).

Dicky menuturkan tersedia berbagai cara untuk mengetatkan penerapan KRL selama pandemi. Misalnya, tempat mengatakan KRL harus terus rutin dibersihkan dengan cairan disinfektan. Selain itu, dia mengatakan semua pengikut wajib menggunakan masker dan muncul di posisi yang telah ditentukan.



Khusus untuk KRL, dia menyarankan   pemerintah   menerapkan aturan pembatasan penumpang betul ketat per gerbong, idealnya pada gerbong maksimal 40 sampai 50 orang. Jumlah petugas untuk serupa perlu ditambah untuk meningkatkan pengawasan.

“Di banyak negara lulus dan berkembang transportasi publik tetap berfungsi namun melakukan pengetatan & pembatasan jumlah serta jarak, ” ujarnya.

Di sisi lain, Dicky enggan menyarankan negeri untuk menghentikan operasional KRL kelanjutan ditemukannya kasus positif corona. Dia berkata penghentian operasional KRL bisa berdampak negatif terhadap masyarakat yang masih bekerja di kantor semasa pandemi.

“Ini pilihan mengandung sekali karena ada konsekuensi yang harus dilakukan, seperti perkantoran atau tempat kerjanya diliburkan. Kelemahan di kita kan dalam penegakan kaidah, itu sebabnya sangat penting koalisi intervensi yang memperhitungkan pola pergerakan manusia seputar Jakarta, ” perkataan Dicky.

Dicky mengapresiasi Gubernur Jawa Barat Ridwan Sempurna yang telah melaporkan kepada jemaah bahwa ada 3 kasus membangun atau sekitar 1 persen sebab 325 penumpang KRL tujuan Bogor-Jakarta yang di-sampling dengan test swab Polymerase chain reaction ( PCR).

Selain bermanfaat, dia berkata data tersebut sangat bermanfaat buat melihat pola epidemiologi.

Berdasarkan temuan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, dia berkata SARS-CoV-2 dari penderita dapat menjangkau mematok jarak 13 kaki (sekitar enam meter). Bila dalam situasi ruangan berdesakan seperti di KRL, dia memperkirakan satu penderita berpotensi menularkan virus pada 20-36 orang penumpang.

“Yang jelas dengan 1 persen positif ini kita secara kasar bisa prediksi per hari mobilitas penumpang KRL yang OTG dengan data 220. 000 pengikut per hari saat ini adalah 2. 200 orang. Itu sangat banyak potensi penularannya, ” ujarnya.

Lebih dari itu, dia mengingatkan pemerintah DKI Jakarta dan Bogor untuk mengantisipasi potensi kejadian asymptomatis dan symptomatis akibat terjadinya penularan beberapa waktu sebelumnya dalam KRL.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]